Format Recording Camera HDV

Efisiensi perlu bagi operasional TV Lokal, namun dalam memproduksi program ketergantungan akan media recording berbasis “Kaset” (Cassette Based) menjadi suatu beban yang harus ditanggung. Betapa tidak, operational cost yang harus ditanggung TV Lokal dalam penggunaan Cassette Based bisa mencapai 18 – 25  juta per bulan. Belum lagi kerugian yang harus ditanggung apabila media video tape record (VTR) head nya rusak atau head kamera rusak karena penggunaan Cassette Based. Namun, hal ini dapat ditanggulangi dengan adanya teknologi kamera berbasis storage dalam hal ini menggunakan harddisk ataupun memory card. Sehingga operational cost semakin kecil. Harga kamera berbasis storage tersebut semakin murah, media storage (memory card dengan 16 GB atau 32 GB) pun semakin murah.

Itu sebabnya saya menganjurkan setiap TV Lokal dapat beralih ke jenis kamera dengan Storage Based.

Saya kemaren kelilingan internet ngecek harga HVR-Z1. Memang si zee-one ini udah terbukti ‘cukup’ untuk film-out produksi film lokal kita selama nggak butuh gambar yang cantik dan DOF cetek. Kalau gambar yang flat-flat aja udah cukup buat film kita ya si Z1 ini bolehlah, jangan harap gambar yang cinematic amat ya. Kalau mau invest lagi mending beli Letus35 Extreme sekalian, jadi kalau suatu saat kalau butuh gambar yang lebih layak, bisa pakai lensa 35mm. Di total-total yah abis sekitar 75-80jt lah untuk HVR-Z1 dan mesen Letus35. Tapi, ternyata saya ketinggalan berita, baru tahu kalau sekarang Sony udah ngeluarin satu lagi HDV kecil kelas Z1, namanya HVR-Z7E. Apa istimewanya? Yang paling penting buat saya, ini HD camcorder kecil Sony pertama yang lensanya bisa dilepas digonta-ganti. Yihiy… Seru deh.

Okelah, memang bukan bisa digonta-ganti seenak jidat, tapi hanya bisa dengan lensa video HD yang 1/3 inch, buatan Fujinon atau Canon. Rasanya jarang juga yang udah punya HD video lens, atau minimal, saya belum kenal yang punya. Sekalinya ada juga yang 2/3 atau 1/2 inch, kalau mau pake itu bisa juga pakai adaptor standard. Nah, yang serunya soal lensa ini adalah si Z7E bisa pakai lensa DSLR Sony Alpha! Saya nggak tahu benar apa nggak perkiraan saya, tapi mengingat Sony Alpha itu adalah turunannya Minolta Dynax, jadi mestinya doi jadi bisa pakai lensa Minolta dong ya! Mmmm… Menarik!

25p Progressive Scan, udah cukup untuk film-out. Walau yah, bagusan lagi kalau 24p sih sebetulnya. Tapi nggak apa lah saya nggak mau pusingin yang itu. Satu yang menarik lagi adalah Z7E ini sudah bisa menggunakan CF/Compact Flash cards biasa untuk perekaman berbentuk file bagi yag sudah pakai workflow yang file-based. Kerjaan transfer pasti jadi lebih cepat, dan bebas segala resiko scratch dan sebagainya yang biasa ada di media tape. Tapi, buat yang masih pakai tape-based workflow, Z7E ini juga masih memakai tape transport jadi bisa tetap menggunakan media DVCam. Kalau kata iklan sarung, “Resmi bisa, santai bisa”. Mau pakai CF card? Hayuk! Masih pakai DVCam? Siapa takut!

Singkat kata, satu lagi kamera HD yang relatif murah sudah hadir dari Sony. Dirangkum secara singkat, poin-poin menarik dari HVR-Z7E adalah:

  • Interchangeable lens!
  • Bisa pakai lensa Sony Alpha atau lensa HD video 1/3″ Fujinon & Canon
  • Media fleksibel, merekam pakai DVCam atau pakai CF card!
  • Harga relatif terjangkau buat produksi kecil, cuma sedikit diatas HVR-Z1
  • Kabarnya, kemampuan lowlightnya setingkat Canon XL-H1 yang lebih mahal itu

Menimbang semua ini, saya jadi lebih condong untuk mengusulkan supaya produser beli ini aja dibanding HVR-Z1. Mestinya buat jangka panjangnya lebih menjanjikan, dan kalau nggak gengsi pakai lensa Alpha artinya nggak perlu lagi invest beli Letus35. Saya nggak akan bahas spec si HVR-Z7E, bisa aja langsungklik di sini untuk lihat di website-nya Sony atau klik di sini untuk lihat salah satu review di internet. Mau tahu soal harga? Saya cuma baru tahu harga kamera ini yang di website JPC Kemang, Jakarta, tapi lumayan lah udah ada yang garansi resmi Sony Galva.

Sejujurnya, semangat juga mau nulisin lebih detil lagi soal teknisnya tapi ngapain juga lah, udah banyak di mana-mana. Yang penting udah tahu kalau ada alternatif baru atas Sony HVR-Z1 dan Panasonic HVX-202. Mungkin habis ini saya sekedar bikin catatan tentang alternatif kamera lainnya biar nggak repot nge-google sana-sini lagi.

 

Perihal hardyminhardkindangen
Simple and creative

One Response to Format Recording Camera HDV

  1. mfarell mengatakan:

    harganya berapaan mulai yg trrendah smpai trmahal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s